Menulis di WordPress.com

Saya sebenarnya punya blog di saiful.web.id.

Blog itu keren. Setidaknya menurut saya. Alamat webnya tidak pasaran: tidak diakhiri dengan wordpress.com atau blogspot.com, misalnya. Blognya dibuat dengan Hugo, sebuah static site generator. Penyimpanannya memanfaatkan fitur GitHub Pages. CloudFlare digunakan sebagai reverse proxy dan juga melayani DNS. Tampilan blognya dimodifikasi dari tema Hyde buatan Steve Francia.

Berbagai hal teknis yang (menurut saya) keren itu tak diimbangi dengan hal terpenting dari sebuah blog: konten. Blog saya itu sepi. Gersang. Terakhir ditulisi tahun 2016.

Padahal, subjudul blog saya itu mulia sekali. “Karena hidup terakhir seseorang di muka bumi adalah tulisannya.” Kalau kalimat itu mau benar-benar dianggap, artinya hidup terakhir saya di muka bumi itu, ya, tahun 2016 itu.

Salah satu alasan saya pada diri sendiri biasanya: menulis di blog saya satu itu susah.

Loh, padahal keren. Tapi kok susah?

Justru karena keren itu jadi susah.

Karena menggunakan Git, maka cara termudah menulis di blog satu itu ya dengan komputer. Juga tak bisa di sembarang komputer: harus komputer saya sendiri. Yang sudah dikonfigurasi agar tersambung ke repositori blog saya. Sudah di komputer saya sendiri pun tetap sulit secara teknis. Menulis di blog saya, tak semudah mengetik di Microsoft Word.

Hal lainnya, menulis di blog saya satu itu sebenarnya berlawanan dengan subjudul blognya.

“Karena hidup terakhir seseorang di muka bumi adalah tulisannya.”

Punya blog dengan alamat saiful.web.id itu tidak gratis. Bayar.

Nggak mahal, memang. Harga alamat webnya 60 ribuan rupiah per tahun.

Tapi kalau saya wafat suatu hari nanti, tahun berikutnya webnya tak akan bisa diakses karena tidak ada yang bayar. Tak bisa juga banyak berharap ada yang sudi mengurus blog itu dengan konfigurasi teknis yang sulit bagi orang awam.

Lenyaplah hidup terakhir saya di muka bumi kalau itu terjadi.

Menulis di WordPress.com kemudian jadi alternatif menarik. Selama WordPress.com ada, maka selama itulah tulisan saya (idealnya) tetap ada.

Meskipun, tetap ada risiko. Namanya numpang di ‘rumah orang’, sang ’empunya rumah’ bisa menghapus tulisan saya begitu saja. Semaunya. Atau diblokir massal, seperti ketika Tumblr diblokir pemerintah.

Tapi tidak apa-apa. Saya akan rutin membuat backup dari blog ini. Sewaktu-waktu hal tak diinginkan terjadi dan saya masih hidup, saya bisa memindahkan tulisannya ke tempat lain.

Jadi, hari ini, saya memutuskan mulai menulis lagi saja di sini: saiful.wordpress.com. Nanti, tulisan di saiful.web.id saya pindahkan pelan-pelan ke sini lagi.

saiful.web.id itu nanti mungkin saya buat isinya sebagai profil diri saya saja. Toh, alamat email saya masih di muhammad@saiful.web.id. (Ini sejarahnya juga panjang. Bisa buat bahan tulisan di lain waktu.)

Dengan menulis di WordPress.com, saya juga jadi bisa menulis dari mana saja: dari ponsel (kalau niat), atau dari tablet. Belakangan ini, sejak punya tablet, saya lebih suka memegang tablet di luar jam kerja daripada membuka laptop.

Blog yang ini juga tak kalah keren. Apalagi alamatnya. Persis nama tengah saya, tanpa embel-embel, misalnya, tahun lahir, atau singkatan tertentu. Cukup saiful.

Alamat ini sebenarnya sudah saya pegang sejak 13 Maret 2008. Waktu itu saya masih kelas 6 SD, dan saya membuat blog sesudah membaca banyak tulisan blogger Indonesia masa itu: mas Priyadi, mas Ebta, mbak Chika, dan pak Budi Rahardjo. Dan ‘panas’, ingin keren seperti mereka: tulisannya dibaca banyak orang.

Bahkan dari kegiatan blogging ini saya juga ketemu produser film muda yang lagi naik daun: Dinda Ayu Rahmi. Yang mungkin lebih dikenal dengan 19 Letters-nya. Dulu, waktu Dinda masih sekolah tingkat SMP di Bekasi, Dinda juga sering ngeblog.

‘Pemanas’ kali ini datang dari dua orang. Yang pertama, pak Dahlan Iskan. Yang begitu rajin setiap hari menulis di blognya, DI’s Way. Yang selalu saya nikmati setiap hari.

Yang kedua, adik kelas saya di kampus: Juwita Nur Jasiyah. Bulan Ramadhan yang lalu Juwita rajin menulis di blognya. Tentang apa saja. Kuantitas menulisnya, kalau tidak hati-hati, bisa menyaingi saya dalam waktu singkat. Haha.

Baiklah. Mudah-mudahan dengan begini saya jadi lebih rajin menulis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s